Paska Demam
Diarsipkan dalam kategori: Dari Penulis tanggal: 14 August 2008 oleh Mbah DewoPada hari Jumat kemarin (2 Agustus), saya sakit demam dan gejala cacingan flu disertai batuk. Pada hari Kamis sebenarnya gejalanya sudah muncul, tapi tetap saya paksakan berangkat mengajar Photoshop di Smile Group hingga hari Sabtu, menggantikan Pak Syaiful yang sedang mengikuti lomba desain. Dan sejak malam Minggu tersebut, saya sudah tidak tahan lagi, hanya bisa istirahat di rumah.
Mungkin karena pada saat tersebut hawa udara di Yogyakarta sedang dingin-dinginnya kalau malam hari. Padahal pintu kamar saya tidak pernah tertutup, karena saya tidak tahan berada di kamar yang tertutup. Jadi kalau malam hari pun, pintu kamar selalu saya buka. Saya tidur di lantai atas, dengan pintu menghadap langsung ke luar rumah.
Mungkin itu penyebabnya, paling tidak seperti yang dinasehatkan kakak saya (waktu itu kakak saya baru datang dari Jakarta untuk urusan kantor). Tapi mungkin ya memang sudah jatah saya untuk sakit. Pada saat tersebut, tidak cuma saya, mungkin memang baru musim sakit. Beberapa teman juga sedang sakit, Isnaini sedang sakit gigi, Ilham juga sedang flu dan demam. Yang pasti bukan saya yang menulari, karena sudah hampir 3 minggu ini saya tidak berjumpa darat dengan mereka.
Selama demam tersebut, saya minum beberapa obat. Dari wedang jahe, tolak angin, sampai obat flu. Yang ingin saya ceritakan disini adalah pengalaman saya kalau berhadapan dengan obat flu tersebut.
Sejak masih SMP sampai sekarang saya jarang sekali minum obat. Obat yang kadang saya minum biasanya hanya obat masuk angin dan obat flu. Setiap kali saya minum obat flu, memang biasanya gejala flunya reda, namun efek dari obat tersebut masih saja terasa.
Untuk mencoba apakah efek tersebut karena flu atau memang dari obatnya, pernah saya coba minum obat flu dalam kondisi sehat. Dan efek tersebut tetap muncul walaupun saya sedang sehat. Tidak perlu saya sebutkan nama obat tersebut disini, karena obat tersebut bisa Anda beli di sembarang toko / apotik. Bahkan ibu saya juga menjualnya di rumah (ibu saya membuka toko di rumah).
Efek yang saya rasakan adalah seperti saat kita bangun tidur. Jadi rasanya hanya mengantuk, dan pikiran agak tidak seperti biasanya. Daya konsentrasi tinggi, namun kurang begitu sadar dengan apa yang saya lakukan. Pada saat seperti itu tingkat emosional saya tinggi. Mudah marah, mudah terharu, segala emosi yang biasanya gampang saya tahan rasanya dengan mudah saya ekpresikan.
Entah apa nama efek seperti itu, tidak tahu juga menunjukkan gejala apa , semoga bukan gejala mau gila. Namun karena adanya efek samping seperti itu, membuat saya jarang sekali minum obat flu.
Dalam kondisi seperti itu, biasanya saya gunakan untuk beristirahat di rumah saja. Dan memang selama tiga hari itu saya cuma bisa berbaring di kamar sambil memakai jaket, celana panjang + kaos kaki, berselimut tebal sambil menahan badan panas dingin bergantian. Beberapa hari tersebut juga tidak bisa merokok karena batuk.
Namun berhubung saya juga harus tetap berangkat kerja, pada hari Selasa saya paksakan untuk berangkat ke SMA 1 Sleman, karena sudah berulang kali diminta berangkat oleh pimpinan saya di Laboratorium Komputer. Jika tidak segera berangkat maka honor saya akan dipotong, dan akhirnya memang gaji saya tetap dipotong 180 ribu. Padahal cuma karena tiga hari saya tidak bisa masuk kerja bulan kemarin.
Tidak tahu ini, bagaimana mau mbayar koneksi Speedy bulan ini.
Pada saat saya masih dalam pengaruh kryptonite merah obat flu tersebut, ada beberapa hal yang saya lakukan. Sekaligus saya ingin meminta maaf jika ada perlakuan saya yang dirasa kurang pada tempatnya saat sedang sakit tersebut.
- Waktu sedang bekerja, saya berkata dengan agak keras pada salah satu teman saya. Waktu itu beliau ingin saya menscankan flashdisknya dari virus komputer. Saat saya beritahu agar membackup datanya agar selalu punya cadangan file, beliau menjawab tidak bisa caranya mengkopi file.
Saya agak sebel karena saat saya bilang, “Mau tidak saya ajari caranya mengkopi file?”. Beliau menjawab, “Wah saya sedang terburu-buru mau buat laporan. Tidak ada waktu. Kapan-kapan saja ngajarinya.” Apa ya tidak heran dan jengkel, belajar mengkopi file itu tidak lebih dari 5 menit saja sudah cukup kok bilang tidak punya waktu. Lha kalau datanya kena virus, atau flashdisk hilang apa tidak malah tangisan. - Waktu sedang ngobrol di YM dengan seorang teman, entah kenapa saya nggodain dia terus sampai beliau marah-marah. Waktu itu saya menggoda dia karena nama daerahnya tidak terdaftar di sebuah forum. Maaf ya ..
- Juga pada beberapa orang, saya juga sudah lupa siapa saja yang berkonsultasi tentang Photoshop tapi dari arah pertanyaan yang ditanyakan, saya tahu bahwa penanya ini belum membaca-baca blog ini. Bahkan ada yang sampai saat saya tanya nama saya juga tidak tahu.
Saat itu orangnya malah saya marahi, karena saya benar-benar tidak suka dengan orang yang hanya mau bertanya, tapi tidak mau membaca lebih dulu. - Waktu di pom bensin, saya menolong orang yang kunci motornya jatuh. Sampai saya bertanya-tanya pada petugas pom tersebut dan para pembeli bensin lain, siapa pemilik kunci tersebut. Ternyata milik seorang gadis berjilbab.
- Marah-marah pada seorang yang menelepon saya. Tapi saya rasa wajar kalau saya marah. Karena orang itu menelepon sekitar jam 2 malam. Dengan nomor anonim, dan kata-kata pertamanya waktu menelepon bukan menerangkan dia itu siapa, dan seberapa pentingnya sampai menelepon larut malam seperti itu, tapi malah bertanya apakah saya ini ada di Jawa.
Dari beberapa hal yang sempat saya ingat itu, saya ingin meminta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung perasaan Anda. Namun itu muncul perasaan saya yang biasanya bisa saya tahan, jadi sebenarnya ya tetap jengkel juga kalau ada yang orang yang ngeyel, atau tidak mau membaca dulu, apalagi tidak mau belajar.
Gunakanlah waktu sehat Anda dengan sebaik-baiknya, karena kita tidak tahu kapan kita akan mengalami sakit.
Pada saat sehat, bekerjalah dengan sekeras-kerasnya agar mampu menabung untuk masa kita tidak bisa bekerja.
Pada saat sakit, beristirahatlah. Jangan memaksakan diri untuk tetap bekerja.
Dan satu lagi, belajarlah dengan membaca. Karena blog Belajar Tutorial Photoshop ini hanya bisa menawarkan tulisan dan gambar.
![]()
Oke, kita kembali ke tutorial photoshop.
Related posts:






Buat aisalwa: Terima kasih atas komentarnya.
—
Coba dicek apakah alamat email yang digunakan untuk berkomentar sama dengan yang ada di pengaturan User > Your Profile blog Anda.
Kalau email yang digunakan untuk berkomentar ternyata belum terdaftar di gravatar, daftarkan saja dulu ke http://www.gravatar.com,
Ada tambahan lagi pada gravatar, sekarang gambar avatar bisa menggunakan file gif yang transparan. Ukuran file juga bisa sampai maksimal 512 pixel, jadi kualitas gambar bisa semakin tajam.
Mbah … avatarku kok tetep gak muncul disini ya
padahal aku dah login loh
Mbah …..
WelcomeBack After sick ….
MetBerkreasi lagi ya, selalu kutunggu tutorialnya
Buat eko dwi purnomo: Kerbek itu apa ya? Dulu kamu juga yang bilang kerbek. Padahal blas, saya tidak tahu apa artinya.
Terima kasih sudah memberi tambahan bahan bacaan. Asal tidak minta dijelaskan tentang tutorial orang lain. Rasanya kan tidak enak, masak menjelaskan tutorial orang lain. Belum tentu yang punya tutorial mengijinkan tutorialnya saya terangkan disini.
http://www.photoshopcafe.com/tutorials/orbs/orbs.htm
obat sakit kesitu aja. kayaknya kerbek bgt
Buat Faisol: Kalau sekarang sudah sehat, tinggal batuknya saja. Artikel diatas sudah lama di draft, tapi memang baru tadi pagi saya publikasikan.
Terima kasih kembali.
Mbah cepat sehat nggih! dalam kondisi sakitpun masih bisa memberi materi dan luar biasa. LEBIH DALEM.
Terimakasih banyak mbah